Kitab Bahrul Lahut: Warisan Keilmuan Agung Syekh Abdullah Arif yang Mewarnai Peradaban Islam Nusantara

“Kitab Bahrul Lahut” adalah salah satu naskah kitab ulama Nusantara (indonesia) yaitu disusun oleh Syekh Abdullah Arif Aceh , beliau seorang ulama shufi sekaligus penyebar agama Islam di tanah rencong Aceh, jauh sebelum berdiri kerajaan Aceh dan kerajaan Samudera Pasai. Syekh Abdullah arif datang ke Nusantara (indonesia) kira-kira antara 600-700 tahun sebelum kedatangan “Sunan Ampel” ke tanah Jawa indonesia pada abad ke 14 masehi. “Sunan Ampel” merupakan anggota organisasi dakwah islam di tanah jawa, indonesia. organisasi dakwah ini dikenal dengan nama “Walisongo” yang artinya “9 wali”, nama asli sunan ampel adalah Sayyid Ali Rahmatullah. gelar sunan merupakan gelar kewalian bagi para wali yang berdakwah di tanah jawa indonesia.

Sehingga kitab-kitab Syekh Abdullah Arif aceh masyhur di zaman kerajaan Demak bintoro. bahkan karya-karya Wali songo dan para pujangga Islam waktu itu banyak menukil dari kitab bahrul lahut ini.

Sayyid Ali Rahmatullah atau “Sunan Ampel”, mengajarkan kitab bahrul lahut kepada murid-muridnya, kemudian menerjemahkannya kedalam bahasa Jawa (informasi tersebut berdasarkan manuskrip tulisan tangan Mbah Syekh Taslim Mojokerto). “Sunan ampel” mendiktekan kitab bahrul lahut kepada sayyid Muhammad Ainul Yaqin yang juga merupakan anggota walisongo yang lebih dikenal dengan nama “Sunan Giri”. kemudian diterjemahkan menjadi kitab “Djati Mas”. kemudian diterjemahkan dan di ulas oleh Maulana Makdum Ibrahim yang juga merupakan anggota walisongo yang lebih dikenal dengan nama “Sunan Bonang” menjadi kitab “Adam makna:.

Karya tulis kesusteraan Jawa mulai dari zaman Kesultanan Demak bintoro, Keslutanan pajang, Keslutanan Mataram Islam dan keraton Surakarta dan Yogyakarta penuh diwarnai dengan ajaran dan isi dalam kitab Bahrul Lahut.

Setelah mengumpulkan berbagai manuskrip baik berbentuk kitab atau serat dalam berbagai bahasa, terutama manuskrip yang berbahasa jawa, penulis yang merupakan pemerhati sastera Arab, Melayu, dan Jawa, menjelaskan kitab ini dengan bahasa Arab yang diberi judul Syarah Bahrul lahut.

yaitu kitab yang menjelaskan tentang ilmu tasawuf dengan citra rasa yang tinggi, serta mengutip tokoh besar shufi lainnya seperti Ibnu Arabi , Syekh Al Hallaj , Syekh Abdul Karim Al Jaili , Syekh Abdul Qadir Al jazairi, dan lain-lain.

Serta pengalaman Ruhani penulis yang merupakan guru thoriqoh Qadiriyah dan Syathoriyah, dan penganut thoriqoh Akmaliah, Syadziliah, Naqsyabandiyah dan thoriqoh mu’tabarah lainnya, serta pemerhati budaya Arab, Melayu dan Jawa. mensyarah kitab turast ini dengan bahasa Arab yang khas. Agar khazanah keilmuan ulama Nusantara tidak hilang di telan zaman karena ditelantarkan anak zaman. Dan sebagai simbol, bahwa ulama Nusantara tidaklah bodoh-bodoh sebagaimana sebagian mereka sangkakan, dan untuk memelihara peninggalan pini sepuh ulama Nusantara.

sekian terimakasih, semoga bermanfaat, Allahumma sholli ala sayyidina muhammad wa ala alihi wa sohbih.