Bedanya Islamolog dan Ulama

 

Bedanya Islamolog dan ulama: Islamolog itu ahli Islam tanpa ghirah dan komitmen, ulama itu ahli Islam dengan ghirah dan full komitmen.

Bila seseorang Muslim ahli Islam (santri, ulama, mahasiswa/dosen UIN, aktivis ormas Islam, intelektual/cendekiawan Muslim) tanpa kesadaran Islam agama yang paling benar yang harus diperjuangkan dan ditegakkan untuk menyelamatkan kehidupan, alias ahli Islam hanya sebagai ilmu dan wawasan, sebagai objek studi dan penelitian, dia Islamolog, sama dengan Islamolog-islamolog Barat umumnya.

Bila dia Muslim ahli Islam dengan kesadaran Islam agama yang paling benar, rahmatan lil’ ālamin, harus terus didakwahkan, ajak non Muslim masuk Islam untuk menyelamatkan mereka, jangan egois agama yang benar dinikmati sendiri, Islam harus diperjuangkan untuk tegak di muka bumi untuk menyelamatkan kehidupan, dia ulama.

Tambahan: Bila Muslim ahli Islam tapi tak suka Islam semakin banyak dianut, tak suka ajaran Rasulullah SAW makin menguat dan dipegang kuat, tak suka simbol-simbol Islam, apalagi memusuhi dakwah dan membenci aspirasi Islam, dia seorang munafik.

Kalau seseorang pandai dan ahli ilmu keislaman tetapi tidak ada nilai khusuk dalam jiwanya dan hati-hati dalam sikapnya, bahkan menjilat para dzalim ketahuilah itu islamolog meskipun bergelar kyai haji, ajengan, Teuku, dan gelar gelar manusia lainnya, meskipun santri dan jama’ah mereka ribuan bahkan jutaan.

 

Lukman Haris Rahman Saroka,