Guna wushulnya seorang murid kepada Allah SWT harus melalui beberapa Adab yang menjadi dasar wushulnya dan keberhasilan seorang murid.
Syekh Umar Sa’id Al Futi berkata:
اعلم أنه لا شيء اضر على المريد من مخالفة الاشياخ وعدم امتثال اوامرهم والاعتراض عليهم ………ومن شرط المريد أن يكون بين يدي الشيخ كالميت بين يدي الغاسل
Ketahuilah sesungguhnya tidaklah ada yang lebih memudharatkan seorang murid dari pada berpaling dari perintah gurunya dan tiada tunduk pada perintah gurunya dan menentang gurunya. (Ar-Rimah ala Hizbir Rahim:134)
ومن اكبر الشروط الجامعة بين ومريده أن لا يشارك في محبته ولا في تعظيمه والاستمداد منه
Sebagian paling besarnya syarat-syarat yang terkumpul antara hubungan murid dan guru Mursyid adalah seorang murid tidak menyekutukan cinta akan gurunya, takdzim padanya, dan istimdad pada Nya (kecintaan kepada Mursyid harus nomer 3 setelah Allah SWT dan Rasulullah SAW kemudian Mursyidnya setelah itu baru orang lain / yang di maksud mahabbah imaniyah). (Ar Rimah ala Hizbir Rahim:140).
المريد من يفنى ارادته بارادة الشيخ فمن عمل براءيه امرا فهو ليس بمريد
Seorang murid (wushul makrifat Billah) adalah seorang yang menghapus/ melebur kehendaknya kepada kehendak guru, barang siapa yang yang melakukan perkara (tanpa izin sang guru) mengikuti pendapatnya sendiri (berbeda dengan pendapat guru) maka dia bukan murid wushul lagi. (Taqribul Ushul: 228).
“Tanda dari mahabbah imaniyah yang benar seorang murid pada Mursyidnya apabila sudah tunduk patuh secara totalitas pada gurunya (juga bagaimana seseorang bisa dianggap Mursyid apabila tidak tunduk totalitas kaaffah kepada ajaran Islam yang di bawa Rasulullah SAW)”.
Tidak patuh pada perintah gurunya maka Allah SWT mencabut dirinya dari calon murid wushul makrifat Billah. Sayid Ali Al Murshufi berkata:
ليس للمريد أن يجالس من يعترض عليه أبدا
Janganlah bagi murid duduk bersama orang yang membenci gurunya selamanya. (Anwarul Qudsiyyah fi makrifati qawaidus Shufiyah: 51)
Karena menurut imam Abdul Wahab Sya’roni dalam kitab Al Farqu baina murid Shodiq wal kadzib, duduk bersama dengan orang yang membenci gurunya akan memutuskan madad gurunya sehingga gagallah seorang murid menjadi washil makrifat Billah, kecuali dalam keadaan terpaksa (misalkan diundangan kita terpaksa harus duduk bersama orang yang benci guru hal ini idzur dan di ma’fu) hal ini juga diungkapkan Syekh Umar Sa’id Al Futi dalam kitab Ar-Rimah.
Dan banyak lagi syarat syarat dasar seorang murid wushul makrifat Billah dan apabila persyaratan dasar tidak di laksanakan jangan mimpi menjadi seorang yang wushul makrifat Billah.
Al Imam Abu Sahl As Sha’luki berkata:
من قال لاستاذه لما لم يغلح
Barang siapa yang siapa yang mengatakan kepada gurunya “kenapa” tidak akan beruntung. Inilah dasar-dasar adab yang harus dijalani setiap murid yang ingin wushul makrifat Billah.
Lukman Haris Rahman,
