SHALAT KHUSYUK NYAI TAMBANG RARAS : Bagian episode serat Amongrogo (Atmorogo) .
Ditulis Oleh Syaikh Lukman Haris Rahman As-Syatthor /Kyai Ageng Palanggheren / Kanjeng Sunan Palanggheren / Kyai Nangka III
Baca Juga: Ajaran Fana Rasa Kumingsun Syekh Among rogo / Sayyid Abdullah / pangeran Kidul.
Nyai tambang Raras terbangun kaget ..
Oleh nyanyian burung Pipit …
Burung itu seolah menegur cintanya …
Pada Allah pujaannya ..
Nyai tambang Raras hendak shalat ..
Di ikutin nyai Centhini ..
Wudhu sempurna agar suci ..
Tuk menghadap sang illahi …
Berdiri tegak dengan khidmat …
Dia atur arah kiblat ..
Bahwa kiblat dalam shalat …
Ada tiga macam bentuknya…
Ada kiblat jasad Al bait ..
Yang ada di Mekkah Mukaromah ..
Ada kiblat ruh yang Arasy ilahi ..
Juga kiblat rasa adalah sang dzat …
Tanpa arah tanpa tempat …
Tawajjuh pada Allah sang pujaan …
Yang lain di singkirkan …
Yang lain Tak di perhatikan …
Tatakrama sempurna …
Khusyuk khidmat dzahir bathin …
Tepat sudah niatnya …
Di pusatkan maksud dan tujuannya …
Dekat dengan yang di sembah …
Sembahnya telah menjadi mikrajnya …
Rasa Djati telah menghadap ..
Pada Dzat pencipta langit dan bumi..
Khusyuk nikmat sambil bersedekap …
Menyerahkan dirinya …
Hidup matinya untuk sang pencipta …
Iftitah sempurna di ucapkan ..
Rasa Djati murni berdialog..
Dengan Allah yang di rindukan …
Al Fatihah wajib di ucapkan …
Al hamdu di awali bismillah …
Pujian dengan sepenuh hati …
Bukan basa basi pura pura ..
Bukan mulut jujur hati berdusta …
Memuja sepenuh hati ….
Dengan terkumpul angan dan rasa …
Dzahir bathin menyembah pada sang pencipta …
Sembari minta pertolongan dariNya..
Agar menyembah dengan hakiki ..
Mohon petunjuk jalan lurus …
Yang lewati para nabi dan wali …
Orang orang yang dalam sembahnya serius …
Bukan jalan yang di murkai …
Sembah tidak serius …
Penuh seratus dusta …
Atau orang sesaat ..
Yang tidak mengerti …
Siapakah yang wajib di sembah ?
Setelah Fatihah di baca…
Surat surat Sunnah di baca …
Berdiri penghayatan ruh asyik penuh suka…
Bercengkrama dengan sang pencipta …
Nyai tambang Raras ruku’
Merendahkan diri dengan tawadhu ‘
Mencermati hakikat Djati diri..
Ada atau tidak adanya …
Terfokus pada yang sejati ..
Yang agung yang maha tinggi …
Mengkuduskannya lisan dan hati …
Ruku’dan thuma’nina sempurna ..
Yang wajib yang Sunnah terlaksana …
Tambang Raras tegak
mengangkat kepala …
Allah mendengar munajatnya…
Sujud merasa nista diri …
Dalam rasa hina , Allah bertajalli …
Jelang tidak samar pada rasa Djati …
Dengan sungguh merendahkan …
Anggota tubuh yang utama ..
Di rendahkan seperti air turun ke dunia .. memasuki samudera tak terhingga …
Mengangkat kepala ….
Duduk tenang duduknya…
Ikhlas murni segala lakunya ..
Percaya kepada Tuhan..
Yang welas penuh ampunan …
Kemudian sujud yang kedua …
Kemudian , berdiri rakaat pertama …
Lengkap menuju raka’at berikutnya …
Ketahuilah perbuatan Sunnah af’al ..
Yakni tahyat awwal …
Kalau terlupa , sujud sahwi gantinya …
Hendaklah di ketahui dengan cermat …
Bahwa duduk tahiyat dan shalawat …
Itu di sebut af ‘ Al sejati ..
Setelah jumlah raka’at sempurna …
Tahiyat wajib di laksanakan ..
Seakan akan berdialog dengan Tuhan…
Di ketinggian sidrah makrifat …
Nyai tambang Raras mengakhiri shalat …
Salam ke arah kanan memungkasinya ..
Maksud menebar damai sejahtera …
Keseluruh jagat semesta …
Nyai Centini juga melakukan takbir …
Namun bathinnnya tertutup oleh panca indera …
Tampak segala gerak geriknya …
Di ikutin oleh hatinya …
Niat di ulang ulang ..
Ia baru shalat di tengah-tengahnya …
Sebagian orang shalat…
Tak mengerti sempurna sembah ..
Masih menghadap pada dunia . .
Tak mengerti apa yang di ucapannya …
Puncaknya fokus pada bacaan …
Hurup suara puncak pengetahuannya …
Di sangka tuhan …
Menyangka sesuatu yang bukan tuhan ..
Atau memang buta pada Tuhan sama sekali..
Tak ngerti hakikat diri , tuhan dan makna sembah ..
Syirik khofi menggerogotinya ..
Tetapi kadang berpenampilan pendeta sempurna …
Dalam shalat harus di lalui ..
Empat di mensi alam di naiki
Alam nasut di jasmani ….
Syariah pakaiannya …
Alam malakut di hati …
Thariqat laku pakaiannya ..
Jabarut di alam Ruhani ..
Hakikat pakaiannya yang sejati …
Lahut tempat ROSO jati ..
Makrifat pakaiannya yang sejati…
Inilah sembah puji sejati…
Tidak sekedar basa-basi ..






