Sealim Apapun Seseorang, Tetap Harus Ada Guru Mursyid

Sealim apapun seseorang atau seintelektual apapun seseorang harus mempunyai guru pembimbing yang Mursyid, karena apabila mereka tidak mempunyai guru pembimbing dihawatirkan mati membawa dosa-dosa besar, seperti ungkapan Imam Abu Hasan as Syadzili:

ومن لم يتغلغل بعلمنا خيف يموت على الكباءىر
Barang siapa yang tidak mencicipi ilmu kami (ilmu thoriqat) dihawatirkan akan mati membawa dosa-dosa besar.
(Nafahatil Quddusiyah fi makrifatis syadziliyah)

“Tidak mencicipi ilmu thoriqat kecuali melewati jalan talqin atau Baiat”

Seorang guru pembimbing atau Mursyid memang harus alim atau Ahli dalam ilmu syariat dan seluk-beluknya, mulai dari ilmu aqidah sampai muamalah.

Tidak hanya alim yang Amil (mengamalkan ilmunya tetapi juga harus wars’ hati hati dan Zuhud, tanda dari pada wara dan Zuhud mereka, mereka tidak menjilat para penguasa atau mencari kemewahan dunia lewat belas kasih para penguasa, mereka mendekat kepada para penguasa hanya untuk mengoreksi penguasa atau menasehatinya.

Di samping alim Amil Zahid mereka juga harus wali, dan tanda dari ketinggian maqam seorang wali terletak pada hizib, shalawat dan wirid yang mereka susun, Syekh Musthofa A-t Thomum RA dalam kitab manaqibnya Sayyid Muhammad Usman sirr Khottami mengungkapkan:

إن سر الولي في حزبه ومقامه في صيغة. صلاته على النبي صلى الله عليه وسلم فالاوصاف التي يصف النبي صلى الله عليه وسلم في صلاته تشير إلى درجة ذلك الولي ومقامه

Sesungguhnya sirr seorang wali itu ada dalam hizibnya, dan maqamnya terletak pada susunan shalawatnya atas Nabi Muhammad Saw maka beberapa sifat Nabi Saw yang tercantum dalam susunan shalawatnya adalah menunjukkan derajat dan maqam wali itu.
(Manaqib Sayyid Muhammad Usman sirr Khottami: 81)

Dan inilah sebagian tanda waliyan Mursida وليا مرشيدا yang diperintahkan Allah SWT untuk mencarinya dalam surat Al Kahfi:
ومن يضلل فلن تجد له وليا مرشدا
Barang siapa yang Allah ingin menyesatkannya maka dia tidak akan menemukan wali (guru )lagi Mursyid. (Al-Kahfi:17)

Yang ditemukan hanyalah ahli-ahli thoriqat yang senang dekat dengan penguasa sekali pun penguasa dzalim. Dan sebagian tanda bahwa wali Mursyid ilmu dzahir dan batinnya melampaui para ulama.

الواصل إلى الله من وصل من العلم بالله إلى حد انتهى إليه علم العلماء به من خلقه
Orang yang sampai kepada Allah SWT itu adalah orang yang sampai dari ilmu Billah hingga mencapai batas kemampuan ilmunya para ulama dari hasil belajar.
(Taqribul Ushul: 10)

Dan tanda ini jelas tidak samar untuk membedakan guru Kamil mukammil وليا مرشيدا , dan seseorang yang hanya alim Amil, seorang inilah yang harus di cari oleh para pecinta Allah SWT.

فالشيخ العارف الواصل وسيلة إلى الله وبابه الذي يدخل منه على الله فمن ليس له شيخ يرشده فمرشده الشيطان
Guru yang Arif Billah yang bisa membawa wushul makrifat Billah dan menjadi pintunya wushul makrifat Billah dan barang siapa yang tidak mempunyai guru wushul / pembimbing maka gurunya adalah syaitan.
(Tanwir Al Qulub: 565)

Dan adapun syarat dasar untuk menjadi murid guru Kamil mukammil adalah:
المريد من يفنى ارادته بارادة الشيخ فمن عمل براءيه امرا فهو ليس بمريد
Seorang murid itu harus menghapus atau meleburkan pendapat dan kemauannya dengan pendapat guru ( semata mata menjalankan, mengikuti, dan mentaati keputusan gurunya). Barangsiapa yang melakukan perkara, mengikuti pendapatnya sendiri maka tidak termasuk muridnya (yang di pilih Allah SWT untuk wushul padanya).
(Taqribul Ushul: 228)

Coba renungkan sudah menemukan Syaikh wushul yang syaratnya termaktub dalam kitab salaf? Dan apakah sudah cukup syarat menjadi murid wushulnya?.

 

Lukman Haris Rahman Saroka,