Tawadhu’ Jangan Sombong

 

Manusia diciptakan dari setetes air hina, kemudian oleh Allah SWT di beri amanah kesehatan, harta, jabatan, ilmu, dan lainnya itu semua jangan membuat kita sombong dan congkak.

Bahkan ilmu dan amal shaleh juga jangan membuat kita sombong dan congkak, apalagi karena soal keturunan, ini keturunan nasab mulia, ini keturunan hina dan seterusnya.

Karena sombong sangat di benci Allah SWT. Sabda Rasulullah SAW:

لن يدخل الجنة من كان في قلبه ذرة من الكبرياء

Tidak akan masuk surga barang siapa yang di hatinya ada satu atom dari pada kesombongan.

Untuk mengambil pelajaran, mari kita renungkan kisah Sulthan Arifin Abi Yazid Al Bustami RA, dimana tentang beliau para wali dan ulama telah menggelarinya Raja orang orang ahli makrifat, dan banyak thoriqat-thoriqat muktabarah sanadnya bersambung kepada beliau, entah Syathoriyah, Naqsyabandiyah, dan lainnya. Adapun kisah beliau dengan seekor anjing, sebagai berikut:

Di Tengah Perjalanan Malam nya, Abu Yazid Al-Bisthami Bertemu dengan Se-Ekor Anjing.
Dengan Sigap, di Angkat lah Gamis nya, Dengan Maksud Agar Tidak Terkena Najis nya.

Spontan Anjing Tersebut Berhenti dan Memandang Abu Yazid.
Atas Kuasa Allah, Abu Yazid Mendengar Anjing Tersebut Berbicara, Kepada nya:

“Wahai Yazid, Tubuh Ku ini Kering, Tidak Akan Menimbul kan Najis Kepada Mu.
Jika Pun Terkena Najis Ku, Engkau Tinggal Membasuh nya 7x, Dengan Air dan Tanah. Maka Najis Ku Akan Hilang, Namun Jika Engkau Angkat Gamis Mu, Karena Berbaju Manusia, Merasa Lebih Mulia dan Menganggap Aku Hina, Maka Najis yang Ada di Dalam Hati Mu itu, Tidak Akan Mampu Terhapus, Walau Pun Kau Bersih kan Dengan Air dari 7 Samudera Sekali Pun”.

Abu Yazid Terkejut Mendengar Perkataan Anjing Tersebut.
Dia Menunduk Malu, dan Segera Meminta Maaf Kepada Si Anjing.

Diajaknya Anjing Tersebut Bersahabat dan Mengikuti Perjalanan nya, tetapi Anjing itu Menolak.

Kemudian Anjing itu Berkata:
“Engkau Tidak Mungkin Ber-Sahabat dan Berjalan Dengan Ku, Karena Orang-orang yang MemuliakanMu Akan Mencemooh Kamu dan Melempari Ku Dengan Batu”.

Aku Juga Tidak Tahu Mengapa Mereka Menganggap Aku Hina, Padahal Aku Telah Berserah Diri Kepada Pencipta Ku atas Wujud ini.

Lihat lah…
Tidak Ada Yang Aku Bawa, Bahkan Sepotong Tulang Sebagai Bekal Ku Saja Tidak.
Sementara Engkau Masih Membawa Bekal Sekantong Gandum”.

Kemudian Anjing Tersebut Berlalu..

Dari Jauh Abu Yazid Memandangi Anjing Tersebut, Berjalan Meninggal kan nya.

Tidak Terasa Air Mata Abu Yazid Menetes, dan ia Berkata Dalam Hati :

“Ya Rabb, Untuk Berjalan Dengan Se-Ekor Anjing Ciptaan-Mu Saja Aku Merasa Tidak Pantas
Bagaimana Aku Bisa Pantas Berjalan Dengan-Mu?

Ampuni lah Aku, Sucikan lah Najis di Dalam Qalbu Ku ini…”.

Masya Allah…

  • Jangan Pernah MERASA LEBIH MULIA Dari pada Seluruh Ciptaan Allah.
  • Jangan Pula Merasa Lebih Baik, Lebih Terhomat Dari Pada Orang Lain, Karena Allah Melihat Qalbu Mu Bukan Penampilan Fisik dan Lahir Mu.
  • Kebaikan Hati Tidak Perlu di Ungkap kan, Allah Maha Mengetahui Ketulusan dan Ke-ikhlasan Kita.
  • Tawadhu’ Di Dalam iman dan Akhlak. Bening Hati Dengan Dzikrullah & Qiyamul Lail.

 

Semoga Allah SWT Menjadi kan Qalbu Kita Bening dan Bersih dari Segala Kotoran, Penyakit Lahir dan Bathin Sehingga Tidak Mau Setitik Pun Menilai, Mencela dan Membuli Orang lain, Siapa Pun Dia…

Juga jangan menjadikan jabatan, harta, kekuasaan, pengaruh bahkan ilmu dan amal ibadah kita sebab kesombongan, apalagi nasab dan keturunan, karena kalau dijadikan kesombongan atau kita merasa lebih dari orang lain berarti kita menjadikan itu semua berhala-berhala baru yang akan menjerumuskan kita ke murka Allah SWT.

Semoga Allah SWT melindungi kita dari sifat sombong dan congkak serta Allah SWT selalu menghiasi diri kita dengan tawadhu .

امين يارب العالمين

 

Lukman Haris Rahman Saroka,