Rasulullah Saw bersabda:
ومن قتل تحت راية عمية يغضب للعصبية أو يقاتل للعصبية أو يدعو إلى المعصية فقتله جاهلية
Siapa saja yang mati terbunuh di bawah Panji buta atau berperang karena ashobiyah , atau menyerukan ashobiyah maka matinya adalah mati jahiliah.
(HR, Muslim, Ahmad dan lainnya)
Umat Islam apabila terjangkiti virus ashobiyah yaitu fanatik buta, entah fanatik ormas, madzhab, suku, ras, dan bangsa dan seterusnya, maka pikiran dan hatinya akan gelap tidak akan menerima kebenaran orang lain yang bukan kelompoknya.
Bahkan mengklaim kelompoknya paling benar dan umat Islam yang lain itu salah bahkan neraka. Apabila ashobiyah telah terjangkiti pada umat Islam maka perpecahan di tubuh umat Islam terjadi dan satu sama lain saling merendahkan dan menghina.
Padahal umat Islam ini bagai satu bangunan yang harus saling membela dan tolong menolong tidak pandang apa ormasnya, madzhabnya, suku, ras dan bangsanya .
Sabda Rasulullah SAW:
إن المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضا
Sungguh orang orang mukmin itu seperti bangunan yang saling menguatkan satu sama lain.
(HR. Bukhari, muslim dan lainnya).
Memang kita sebagai seorang muslim perlu adanya ormas, madzhab, golongan dan lainnya tetapi bukan untuk ashobiyah yaitu membanggakan golongannya sendiri dan merendahkan yang lain.
Misalnya ashobiyah keturunan, apabila kebenaran datang dari golongan Gus dan lora maka dengan sombongnya dia pasti menolak nya, ashobiyah ormas: apapun yang datang dari ketua ormanya entah salah atau benar tak perduli diikuti di bela dan merendahkan atau menolak kebenaran yang datang dari ormas lain, janganlah kita yang Syafi’i merasa lebih mulia dari pada yang Hanafi atau sebaliknya.
Atau bangsa Arab merasa lebih mulia daripada bangsa Melayu, atau suku tertentu merasa lebih mulia dengan suku lainnya.
إن المؤمن من أهل الايمان بمنزلة الرأس من الجسد ياءلم المؤمن لاهل الايمان كما ياءلم الجسد لما في الرأس .
Sungguh orang mukmin bagi mukmin yang lain berposisi seperti kepala bagi tubuh, seorang mukmin akan merasakan sakitnya mukmin yang lain seperti tubuh ikut merasakan sakit yang menimpa Kepala.
(HR.Ahmad dan lainnya).
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an ;
انما المؤمنون اخوة
Sungguh orang mukmin itu bersaudara ….
( QS Al hujurat ; 10 )
Syekh Abdurrahman Nashir Bin As Sa’di dalam tafsirnya:
Inilah ikatan yang Allah ikatkan diantara kaum mukminin. jika ada seseorang di manapun, di timur dan di Barat serta ada pada dirinya iman kepada Allah SWT, malaikat-malaikat Nya, kitab-kitab Nya, Rasul-rasul Nya dan hari akhir, maka sesungguhnya ia adalah saudara bagi kaum mukminin yang lain. Persaudaraan ini mewajibkan kaum mukminin mencintai untuk apa saja yang dia cintai untuk diri mereka sendiri dan membenci untuk dia apa saja yang mereka benci untuk diri mereka sendiri.
(Tafsir taisirul Karim Rahman fi tafsiri kalamil Mannan)
Oleh karena itu kita tidak di benarkan Membuly, menganggap rendah, dan menghina ormas, suku , ras, bangsa dan kelompok lain.
Bahkan Islam mengharuskan umat Islam saling menghargai Arab menghagai non Arab juga sebaliknya, Syafi’i menghargai Hambali juga sebaliknya, Madura menghargai Jawa dan sebaliknya, NU menghargai Muhammadiyah juga sebaliknya, karena itu semua diikat dengan ikatan yang kuat dari Allah SWT yaitu aqidah Islam.
واعتصموا بحبل الله جميعا ولا تفرقوا …..
Berpegang teguhlah kalian pada tali ( agama) Allah dan janganlah kalian bercerai berai ….
(QS Ali Imran: 103)
Jadi ashobiyah (fanatik) itu boleh pada Islam saja dan fanatik pada Islam itu wajib namanya bukan ashobiyah tetapi “Giroh Islamiyyah”.
Lukman Haris Rahman Saroka,
